Wednesday, September 7, 2022



Sebentar lagi waktu pendaftaran akan segera berakhir berarti sebelum jam 11.00 WITA  kami sudah harus menyerahkan Berkas lamaran. walaupun berkali kali Alhamdulillah surat lamaran akhirnya bisa diselesaikan banyak sudah kertas yang terbuang hanya karena ketinggalan satu huruf atau hanya karena tidak sesuai tata letak paraghraf Ulang dan ulang lagi pokoknya surat lamaran ini harus sesempurna mungkin walaupun bukan menjadi penentu kelulusan apalagi menambah nilai test aku tidak ingin gagal hanya karena kesalahan dalam selembar kertas administrasi. 
Dengan sepeda motor F1 ZR kami melaju kencang menuju Kantor Dinas Pendidikan untuk menyerahkan berkas lamaran namun kami bingung meja panitia tidak terlihat suasana penerimaan berkas pelamar. padahal kami sudah memastikan alokasi waktu menuju tempat tersebut sebelum jam 11.00 ternyata meja panitia tutup sebelum waktunya.....😓Bingung kemana berkas lamaran kami serahkan.akhirnya kami pulang memendam kekecewaan mengingat perjuangan kami menulis lamaran berkali kali. Wajah sumringah terpancar di wajah teman teman yang lulus seleksi GurBan tersebut sedangkan aku bagaimana mau berharap padahal terdaftar sebagai peserta seleksi saja belum.
Suasana Fahmil Quran pada MTQ Tkt.Kab HST di Kec.Batu Benawa Pagat begitu tegang karena masing masing regu saling berkejaran untuk mencapai nilai yang tertinggi sebagai jubir aku harus fokos dengan soal yang dibacakan panitia. salah satu soal yang bisa kujawab ketika soal praktek membacakan surah dengan irama Hijaz dan mendapat point 100. akhirnya di babak semifinal kami mendapatkan nilai yang tertinggi dan berhak untuk melaju ke babak final besok hari sementara waktu itu kembali berbarengan dengan jadwal test GurBan di HSU aku bingung untuk memilih antara harus ikut lanjut di babak final atau tetap berusaha hadir di seleksi GurBan.
Bismillah dengan berbagai pertimbangan aku tidak boleh kehilangan peluang di GurBan HSU karena ini akan menentukan masa depanku.Pagi hari aku sudah siap menuju tempat seleksi di HSU dengan sepeda motor pinjaman dari Ulya teman satu group Syarhil Quran di event MTQ yang sama.
Tak banyak wajah yang ku kenal di ruang test dan waktukupun juga sedikit untuk bercengkrama dengan peserta lain pikiranku cuma satu bagaimana aku harus menyelesaikan untuk menjawab soal secepat mungkin agar bisa berhadir di final MTQ cab.FQ. Jarak Barabai dan Amuntai itu lumayan jauh aku harus memprediksi waktu aku yakin tak bisa secepat kilat untuk kembali terbang ke Barabai. Dengan teliti dan seakan ingin berlari menggores jawaban demi jawaban dengan pensil 2B mengarsir jawaban begitu menyita waktu dan aku tak pernah berhenti berdoa dan bershalawat setiap menentukan pilihan jawaban multiple choise. Pasrah itulah ikhtiar terakhirku kuakhiri menjawab soal sebelum waktunya dan mataku mulai berkunang kunang tertekan dengan soal soal yang higher orther thinking skill (HOTS) sepertinya soal soal itu begitu bias dan ambigu apalagi soal psikotis betuk betul menguras energi dan tenagaku. 
Seperti baru membuka mata ternyata aku sudah sampai di Barabai menuju area lomba Hp jadul berdering adanya pengunduran waktu babak final dan akan dilanjutkan malam hari menjelang penutupan MTQ tersebut...Haaa ...Padahal aku sudah berjuang ..lemah lunglai kembali terbayang deretan soal seleksi yang tidak terlalu fokos aku kerjakan karena dikejar waktu. andai waktu bisa diulang aku akan lebih teliti dan lebih focos menyelesaikan test GurBan ..Biarlah paling tidak aku sudah menyempurnakan ikhtiar maksimalku dalam keterbatasan. ternyata namaku kembali tidak ada di deretan peserta yang lulus dalam seleksi GurBan HSU....pupus lagi harapanku meskipun di event MTQ aku berhak melaju ke tingkat Provinsi. galau,sedih menyatu atas kegagalanku untuk lulus di GurBan HSU.Apa yang harus aku kerjakan dimna tempat yang harus aku datangi untuk mengobati kekecewaan terhadap hasil kegagalanku di GurBan HSU. hoh😕
Untuk kesekian kalinya tibalah waktu pendaftaran CPNS.....aku mulai menghitung peluang kouta formasi dan dalam segala hal karena waktunya bersamaan di setiap daerah sehingga aku harus memilih untuk menangkap skala prioritas peluang tersebut meskipun aku juga menyadari bagaimanapun rezeki tak akan pernah tertukar pun jika aku berlari mengejarnya dia akan mendatangiku dari dekat aku berada. Meskipun Barabai bukan kota kelahiranku tetapi aku sudah menjiwai kharakteristik Barabai. Bismillah...Barabai adalah pilihanku dan aku harus bertanggung jawab terhadap pilihanku sendiri kembali kukumpulkan segenap usaha dan perasaanku untuk menuju suksesnya CPNS.

Membaca buku referensi soal  mulai menjadi rutunitasku dari waktu ke waktu semangat itu Kembali bergelora jika mengingat siapakah Aku yang bukanlah siapa siapa hanya seseorang yang selalu ingin berjuang menggapai asa Alhamdulillah pola pikir untuk survival of the fitest pola pikir untuk lebih mandiri dan tidak ingin menjadi beban bagi orang lain selalu mengarahkaku dan Membentengi kehadiran rasa malas. Ruangan test itu berjejar dan terlihat sesak dan gaduh begitu banyak peserta yang ingin mengadu nasib. Kulangkahkan kaki memasuki ruangan test berbagai doa mulai kupanjatkan pesan ust Alhafizh Alhamdulillah beliau dapat anugerah bertemu lailatul Qadr beserta para santrinya terngiang juga cerita tetangga yang berhasil lulus karena sebelumnya berikhtiar melewati doa tuan guru H Asmuni yang dikenal dengan Guru Danau beliau membacakan doa ddengan polpen 2 B kala itu. Selain usaha berbagai wasilah doa dan yang pasti peran doa orang tua tak pernah lepas terpanjatkan.

Dalam ruangan  semakin lama semakin hening setiap orang sibuk denagn berbagai cara dan ritualnya begitu juga aku. Beberapa soal begitu mudah dan aku yakin itu benar tetapi jika soal literasi dan numerasi apalagi psikotist sangat menguras tenaga dan pikiran sehingga keyakinan jawabanku selalu goyah menganalisa kata demi kata. Peserta test yang lain satu demi satu mulai menyelesaikan jawabanya. Aku bagian terakhir padahal aku belum menyelesaikan semua jawaban. Denting jarum jam itu mulai nyaring dan membuyarkan konsentrasiku aku harus seelsai suka tidak suka ini detik detik terakhirku biarlah goresan itu berjalan sesuai petunjukNYA shalawat tak pernah putus dan soalku sudah harus diserahkan ke pengawas Tawakkaltu alallah.Selesai 






No comments:

Post a Comment

LONG LIFE EDUCATION....BELAJAR SEPANJANG MASA

         Berawal dari keinginan untuk selalu belajar menjadi lebih baik berusaha membenahi dan mengevaluasi kekurangan diri serta meningkatk...