Mengenal Kain (Batik) Sasirangan khas Kalimantan Selatan
Kain (batik) sasirangan adalah
kain tradisional khas suku Banjar, yaitu sub suku bangsa melayu yang
terdiaspora paling jauh dari akar wilayah budayanya yang sebagian besar
berdomisili di bagian tenggara Pulau Kalimantan, yang sekarang kita kenal
sebagai Propinsi Kalimantan selatan.
![]() |
| Fatih Mumtaza |
"Sa" berarti
"satu" dan "sirang" berarti "jelujur/lajur/pelajuran".
Secara harfiah sasirangan bisa dimaknai sebagai proses pen-jelujur/lajur-an
yang di simpul/diikat dengan benang atau tali lainnya kemudian diwarnai dengan
cara dicelup dengan warna serta bahan pilihan (sintetis/alami) sesuai dengan
kebutuhan pewarnaan.
Tapi ada juga yang mengatakan kain Sasirangan merupakan varian dari batik. Bahkan ada pula yang mengatakan, mirip dengan Batik Jumputan dan sebagainya. Memang, kalau merujuk pada pengertian batik secara baku menurut wikipedia yang juga merujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diartikan sebagai kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan, sepertinya Kain Sasirangan memang tidak termasuk batik karena tahapan proses pengolahannya sangat berbeda.
Keunikan Kain (Batik) Sasirangan adalah mempunyai motif yang paten (kadang terlihat tidak lazim) dan sudah dianggap sebagai pakem budaya layaknya batik tulis, tapi tingkat presisi dari hasil akhir motif tidak bisa sama persis layaknya batik cap.
Mengenal Kain (Batik) Sasirangan
![]() |
| Syerli Meilinda Sari |
![]() |
| Karima Najwa |
Kain (batik) Sasirangan sekarang telah menjadi bahan pakaian sehari-hari masyarakat Banjar, tidak hanya golongan elit bangsawan (keturunan kesultanan/Pagustian) saja, tapi juga oleh masyarakat umum.
Menurut budayawan Banjar, H.M. Syamsiar Seman dalam buku karyanya "Sasirangan Kain Khas Banjar", setidaknya dikenal 21 motif tradisional kain Sasirangan, diantaranya;
Seperti sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak), hiris gagatas (irisan kue gagatas), kambang sakaki, ingkang, bayam raja (daun bayam), kambang kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), kulat karikit (jamur kecil), gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang (garis-garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), ular lidi, Mayang maurai, dan jajumputan (jumputan). Selain itu, ditangan-tangan kreatif, motif kain kebanggan masyarakat Kalimantan Selatan ini terus berkembang.
![]() |
| Muthia Humaira |
Setiap saat selalu muncul ragam motif dengan ornamen yang bermacam-macam, ada kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putri menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), banawati (warna pelangi) dan banyak yang lainnya.








No comments:
Post a Comment